TIADA BATAS WAKTU DAN USIA UNTUK BELAJAR

Senin, 14 April 2014

DOWNLOAD CONTOH RPP DAN SILABUS SMP KURIKULUM 2013

RPP dan Perencanaan Pembelajaran Kurikulum 2013

      Dalam pedoman umum pembelajaran untuk penerapan Kurikulum 2013 disebutkan bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup: (1) data sekolah, matapelajaran, dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi; (5) materi pembelajaran; metode pembelajaran; (6) media, alat dan sumber belajar; (6) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan (7) penilaian.

      Semua guru mata pelajaran di setiap sekolah, khususnya guru SMP  harus menyusun RPP sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

      Pengembangan RPP dianjurkan untuk dikembangkan/disusun di setiap awal semester atau awal tahun pelajaran. Hal ini ditujukan agar agar RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan proses penyusunan/pembuatan/ atau pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompokdi MGMP .

      Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau secara bersama-sama melalui musyawarah guru MATA pelajaran (MGMP) di dalam suatu sekolah tertentu semestinya harus difasilitasi dan disupervisi kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Pengembangan RPP melalui MGMP antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan.

     Nah bagi rekan-rekan guru mata pel;ajaran yang membutuhkan Silabus dan Contoh model RPP  Kurikulum 2013 bisa ambil dibawah :
1.SILABUS:
- Bahasa inggris Kelas 7, Download
- Bahasa inggris Kelas 8, Download
- Bahasa inggris Kelas 9, Download
- IPS Kelas 7, Download
- Matematika Kelas 7,  Download
- Penjaskes 7, Download
- Seni Budaya , Download

2. CONTOH RPP:
-Bahasa Indonesia, download
-Matematika, download
 -Penjaskes, download
-PPKn, download
-Bahasa Inggris, download
-IPS, download
-Seni Budaya Musik, download
-Seni Budaya Rupa, download
-Seni Budaya Tari, download
-Seni Budaya Teater, download 

Mohon maaf dari segala kekurangan, Semoga bermanfaat, aamiiin......!

Jumat, 21 Maret 2014

Cara Download Video You Tube Tanpa Software

Assalamualaikum.......

Sobat mungkin memiliki pengalaman yang sama seperti yang pernah saya alami. Ketika menemukan video yang menarik dari you tube,  ingin sekali saya mendonloadnya tapi.... harus bagaimana caranya. Saya coba untuk browsing tetapi kebanyakan menyarankan untuk memakai salah satu software, dan itupun saya lakukan, namun hal itu sedikit ribet. Saya menginginkan yang praktis (tanpa harus memakai software) tapi hasilnya sama.

Saya sangat berterima kasih pada sahabat-sahabat bloger yang telah share " Cara Download YouTube Tanpa Software", sehingga saya memperoleh sebuah pelajaran penting yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya. Setelah saya coba ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama, paling 2-3 menit alhamdulillah 100% berhasil.
Nah bagi sobat yang belum tahu, silahkan  ikuti langkah-langkahnya, tidak banyak, hanya 3 langkah saja.

Langkah pertama :

Buka salah satu video dari Youtube.com yang sobat ingin download. Misalnya http://www.youtube.com/watch?v=3o2jAMadTQU,
 Langkah kedua :

Setelah itu, tambahkan huruf "ss" pada link (alamat URL) situs youtube tersebut dan hilangkan " http:// " nya pada address bar browser Anda , sehingga menjadi www.ssyoutube.com/watch?v=3o2jAMadTQU. Kemudian jangan lupa ENTER.


 Langkah terakhir ( ketiga) :

Nah, sekarang secara otomatis sobat akan dibawa ke situs savefrom.net. Silahkan lihat di bagian sebelah kanan, ada pilihan format video, seperti FLV 240p,  MP4 360p,  MP4 720p, WebM 360p,  3GP 144p, 3GP 240p. Silahkan jangan ragu  diklik saja sesuai dengan keinginan sobat.
 
Cukup mudah, kan? Jika sobat mempraktekannya dengan benar sesuai langkah-langkah di atas, pasti Cara Download YouTube Tanpa Software ini akan berhasil.

demikian, selamat mencoba semoga bermanfaat!



Kamis, 20 Maret 2014

Materi Pengayaan UN Bahasa Inggris 2014

Soal dan Pembahasan
        Bahasa Inggris sampai sekarang masih dianggap Mata pelajaran sulit bagi kebanyakan siswa. Hal ini bisa dibuktikan dengan hasil  Nilai Ujian Nasional yang relatif rendah/kecil dan masih jauh dari harapan.
        Dengan penuh harapan optimis, jalan yang ditempuh oleh masing-masing sekolah adalah dengan cara memberikan jam tambahan dalam bentuk pengayaan, dengan harapan adanya peningkatan hasil Nilai UN tersebut.
       Dalam menyongsong UN yang sudah semakin mepet, EDUCATION Blog  mencoba memberikan  file soal pengayaan yang berisi 3 paket  latihan soal-soal  Bahasa Inggris dari setiap indikator soal yang disertai dengan jawaban pembahasannya.
     File soal pengayaan UN 2014 dimaksudkan untuk mempersiapkan guru dan siswa SMP kelas 9 dalam menghadapi UN 2014 yang penuh tantangan.

Oke, silahkan klik pada tautan di bawah ini untuk mendownload file soal pengayaan UN 2014 mata pelajaran Bahasa Inggris di SINI. 
      Rekan-rekan yang juga membutuhkan media pembelajaran latihan UN yang saya ambil dari pak Mursyid, bisa ambil di bawah ini :
0. Latihan soal UN 2014, download
1. Latihan soal UN, download
2. Latihan UN Narrative, download
3. Latihan Notice, download
4. Latihan Invitation, download
5. Latihan Report, download
6. Latihan Letter, download
7. Latihan soal Un kls 9, download
8. Latihan mengisi teks rumpang, download
9. Prediksi soal UN schedul, download

Ok, Selamat berjuang, semoga bermanfaat dan  sukses...., amiiin !



Jumat, 14 Maret 2014

Sasaran Kinerja Pegawai ( SKP ) sebagai pengganti DP3


           Penilaian  prestasi  kerja  PNS merupakan format penilaian baru atau sebagai pengganti Daftar  Penilaian  Pelaksanaan  Pekerjaan Pegawai  Negeri  Sipil atau yang kita sebut dengan istilah DP3
           Dengan diberlakukannya PP No 46 Tahun 2011 dan Perka BKN No 1 Tahun 2013 mulai tanggal 1 Januari 2014 yang menitik beratkan tentang Penilaian  prestasi  kerja  PNS  terdiri dari  sasaran  kerja  pegawai  (SKP) dan  perilaku kerja PNS (PKP).



        Nilai Prestasi Kerja PNS ini dihitung dengan rumus = 60% dari Nilai SKP + 40% dari Nilai PKP. Adapun yang dimaksud Sasaran Kerja Pegawai (SKP) adalah adalah  rencana  kerja  dan  target  yang  akan  dicapai  oleh seorang PNS dibuat pada setiap awal bulan Januari.

       Bila PNS yang tidak menyusun SKP berdasarkan PP No 46 Tahun 2011, sebagaimana dimaksud dalam Pasal  5  dijatuhi  hukuman  disiplin  sesuai  dengan  ketentuan peraturan  perundang-undangan  yang  mengatur  mengenai disiplin PNS.

      Sedangkan yang dimaksud Perilaku  Kerja PNS (PKP) adalah  setiap  tingkah  laku,  sikap  atau tindakan yang dilakukan oleh PNS atau tidak melakukan sesuatu  yang  seharusnya  dilakukan  sesuai  dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Aspek perilaku yang dinilai mencakup 1) Orientasi Pelayanan ; 2) Integritas, 3) Komitmen 4) Disiplin; 5) Kerjasama; dan 6) Kepemimpinan.
Berikut ini saya share Instrumen pengisian SKP yang bisa diisi sendiri.

Contoh Instrumen SKP


Nah  bagi agan-agan yang membutuhkan Instrumen tersebut bisa download di SINI

Jumat, 21 Februari 2014

Format Analisis soal Pilihan Ganda ( PG )

Membuat analisis soal tentunya merupakan keharusan bagi setiap guru yang telah melaksanakan test bagi siswa siswinya. Karena dengan membuat analisis, kita akan mengetahui tingkat kesukaran soal : mudah, sedang atau sukar.
Untuk mempermudah pengisian, agan-agan tinggal memasukan Batas Atasnya ( BA) dan Batas Bawahnya (BB ) saja.



.Bagi  yang membutuhkan format tersebut, agan  bisa download di SINI
atau di SINI
Semoga bermanfaat.....!

Selasa, 05 Maret 2013

Evaluasi Pengajaran Bahasa Inggris

        Setiap pengajaran tentu melibatkan proses evaluasi yang meliputi assessment (penilaian) dan testing (tes). Mungkin kedua istilah ini nampak sama namun sebenarnya keduanya bukan merupakan istilah yang sama. Tes merupakan metode pengukuran kemampuan seseorang, pengetahuan ataupun perfoma seseorang dalam suatu domain (ranah) tertentu misalnya tes keahlian berbicara khususnya ekspresi belasungkawa seorang siswa SMA. Sementara penilaian adalah suatu proses berkelanjutan yang meliputi domain yang lebih luas. Kapanpun siswa merespon pertanyaan, mengajukan pendapat, mencoba kata atau struktur baru, tanpa disadarinya guru sedang melakukan penilaian. Guru yang baik adalah guru yang tiada henti melakukan penilaian baik terencana ataupun insidental. Dengan demikian tes merupakan penilaian yang merupakan bagian dari belajar bahasa. Siswa diberi banyak kesempatan untuk berlatih, berpikir, mengambil resiko menetukan tujuan, dan feedback (umpan balik) terhadap proses belajar bahasa yang kemudian dilakukan pengulangan sehingga tercapainya tujuan pembelajaran. 
       Brown (2003) membedakan penilaian yang bersifat informal dan formal, jenis penilaian informal lebih bersifat insidental yang dapat berisi komentar, respon dan feedback yang tidak terencana. Sedangkan penilaian formal merupakan latihan-latihan atau prosedur yang secara spesifik untuk menambah atau mengecek kemampuan dan pengetahuan siswa melalui tes yang merupakan alat dari penilaian formal. 
        Selain bentuk formal dan informal, dalam proses evaluasi ditemukan pula istilah formatif dan sumatif. Formatif merupakan penilaian terhadap proses pembentukan kompetensi dan kemampuan siswa yang bertujuan untuk membantu perkembangan proses tersebut. Pada penilaian formatif guru menyampaikan materi dan murid menyerap feedback yang sesuai guna kelangsungan proses pembelajaran. Sumatif adalah jenis penilaian yang bertujuan mengukur apa yang telah siswa peroleh dalam pembelajaran dan pada umumnya dilakukan diakhir mata pelajaran atau unit pembelajaran. Pengukuran kemampuan akhir atas apa yang diperoleh siswa dalam proses belajar merupakan upaya peninjauan kembali terhadap tercapai atau tidaknya tujuan. Contoh penilaian sumatif diantaranya tes profisiensi dan ujian akhir semester. Evaluasi pengajaran bahasa tidak harus selalu dengan tes akan tetapi jenis non tes dapat dijadikan sebagai alat penilaian. Penilaian yang berbasis unjuk dan penyelenggaraan kelas menjadi tren baru sebagai suplemen bagi desain tes tradisional atau dikenal dengan istilah penilaian alternatif. Berikut ini tabel perbandingan antara penilaian tradisional (traditional assessment) dan penilaian alternatif (alternative assessment) : Penilaian Tradisional Penilaian Alternatif Sekali tes, Ujian standar Dibatasi waktu, format pilihan ganda Tidak berdasarkan konteks Feedback cukup dengan skor Skor bersifat normatif Fokus pada jawaban benar Sumatif Orientasi pada produk Non interaktif Mengembangkan motivasi ekstrinsik Berkelanjutan, penilaian jangka panjang Tak dibatasi waktu, format respon bebas Berdasakan konteks Feedback bersifat individual dan washback Skor merujuk pada criteria Tak terbatas, jawaban bersifat kreatif Formative Orientasi pada proses Interaktif Mengembangkan motivasi intrinsic 

Penilaian Tradisional
Penilaian Alternatif
Sekali tes, Ujian standar
Dibatasi waktu, format pilihan ganda
Tidak berdasarkan konteks
Feedback cukup dengan skor
Skor bersifat normatif
Fokus pada jawaban benar
Sumatif
Orientasi pada produk
Non interaktif
Mengembangkan motivasi ekstrinsik
Berkelanjutan, penilaian jangka panjang
Tak dibatasi waktu, format respon bebas
Berdasakan konteks
Feedback bersifat individual dan washback
Skor merujuk pada criteria
Tak terbatas, jawaban bersifat kreatif
Formative
Orientasi pada proses
Interaktif
Mengembangkan motivasi intrinsic
 
 Tabel 1, Penilaian tradisional dan alternatif (diadopsi dari Brown, 2003)

Mendesain Tes Bahasa Inggris 

        Dalam mendesain tes bahasa Inggris baik itu membuat tes baru ataupun mengembangkan dan merevisi tes yang sudah ada harus memperhatikan prinsip-prinsip penilaian yang menjadi fondasi bagi kualitas sebuah tes.
 Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mengembangkan instrumen penilaian (tes) adalah: 
1) Menetapkan tujuan penilaian yang akan kita lakukan, yaitu apakah penilaian itu bersifat formatif, sumatif, penilaian hasil belajar, diagnostik, penempatan, seleksi, atau tujuan lainnya. 
2) Menetapkan pokok bahasan atau materi yang akan diteskan apakah per pertemuan, per unit pelajaran atau pokok bahasan, materi dalam satu semester atau dalam satu jenjang pendidikan tertentu. 
3) Menentukan jenis soal yang akan dikembanggkan, yaitu apakah pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, melengkapi, cloze-test, atau esei. 
 4) Mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang akan diteskan. Misalnya, keterampilan berbahasa apa saja yang akan kita masukan, teks fungsional atau teks sederhana apa saja yang akan kita masukan. 
 5) Menentukan ranah perilaku hasil belajar yang akan kita ukur apakah kita akan mengukur semua aspek perilaku hasil belajar seperti kognitif, afektif dan psikomotorik, atau hanya sebagian saja dan menuangkannya ke dalam kisi-kisi tes. 
6) Menentukan indikator atau tujuan instruksional khusus untuk setiap butir soal 
7) Menuliskan butir soal sekaligus kunci jawabannya. Bila soalnya esei atau wawancara kita harus pula menentukan rubrik penilaiannya. 
8) Menyiapkan lembar jawaban dan teknik penskorannya. Misalnya, dalam pilihan ganda setiap jawaban salah diberi nilai nol dan benar diberi 1. Tentukan bila soalnya pilihan ganda apakah ada pengurangan nilai untuk jawaban salah atau tidak.
 9) Tentukan prosedur penafsiran penilaian apakah menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) atau menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) b. Format dan Rubrik Penilaian Format penilaian Penilaian dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu penilaian unjuk kerja, pertanyaan yang menghendaki respon, pertanyaan yang menghendaki jawaban pendek, dan pertanyaan yang menuntut jawaban terbuka.     
          Berdasarkan hal tersebut, dapat direalisasikan beberapa format penilaian sebagai berikut: 
1) Pilihan ganda, siswa memilih jawaban yang benar dari pilihan yang disediakan 
2) Editing, siwa memperbaiki bagian kalimat yang salah contoh: Ever since supermarket first appeared, they have been take over the world A B C D 
3) Tugas mengisi ruang kosong dapat digambarkan sebagai berikut: 
Oscar : What should I do if I get sick? 
             Doctor: It is best to stay at home and ______________ 
             If you have a fever ______________________ 
             You should drink as much ________________ 
             The worst thing you can do is _____________ 
              You should also ________________________

 4) Jawaban pendek, tes ini berisi pertanyaan yang harus dijawab dengan jawaban pendek dalam satu atau dua kata. Misalnya, Petunjuk pengerjaan: Bacalah teks di bawah ini dengan baik, lalu jawab pertanyaan yang diberikan dengan benar!
 ”Once upon a time, there was a little girl named Goldilocks. She went for a walk in the forest,” 
1. What does she in the last sentence refer to?
2. What was the name of the girl? 
3. Why did he go to the forest? 

5) Melengkapi. Dalam tes ini, siswa harus melengkapi rumpang dengan sebuah kata atau frase. Misalnya,   
                  Rabbit likes _______, while crocodile eats _______. 
                  The staple food of most Indonesian people is _______. 
                 We have ____ eyes and one nose. We walk with our two _____. 
                  Someone who has a toothache should go to the ______. 
6) Menjodohkan. Tes jenis ini berisi dua kolom yakni kolom pernyataan yang berkaitan dengan definisi kolom berisi obyek, keadaan atau konsep yang dideskripsikan. Siswa menjodohka kolom-kolom tersebut. 7) Benar-salah. Siswa diminta untuk menyatakan benar atau salah terhadap suatu pernyataan. 
8) Cloze Procedure adalah sebuah teks yang beberapa bagian tertentu dari teks itu dihilangkan. Siswa diminta mengisi rumpang-rumpang dengan jawaban yang benar. Rubrik Penilaian Di bawah ini ada beberapa rubrik yang dapat digunakan untuk menskor tes keterampilan berbicara dan keterampilan menulis. 

 1) Rubrik Penilaian Tes Berbicara 
Model 1 


No.
Aspek penilaian
1
2
3
4
5
1.
Fluency





2.
Prosodic feature





3.
Accuracy of grammatical feature





4.
Discourse appropriateness





 Cara penyekoran: setiap skor dikalikan dua sehingga skor tertinggi 40 
Model 2 

No.
Aspek penilaian
1
2
3
4
5
1.
Grammar





2.
Vocabulary





3.
Comprehension





4.
Fluency





5.
Pronunciation





6.
Task accomplishment (penyelesaian tugas)





 

 Model 3 


Asepek Penilaian
Deskripsi
Pronunciation

0.0-0.4
Sering terjadi kesalahan fonemik, tekanan dan intonasi yang menyebabkan pesan tak tersampaikan
0.5-1.4
Sering terjadi kesalahan fonemik, tekanan dan intonasi yang menyebabkan pesan kadang-kadang tak tersampaikan
1.5-2.4
Beberapa kesalahan fonemik, tekanan dan pola intonasi tetapi pesan yang disampaikan dapat dipahami
2.5-3.0
Kadang-kadang terjadi kesalahan pelafalan, tetapi pesan selalu tersampaikan
Fluency

0.0-0.4
Ujaran kadang patah-patah atau aksennya sangat asing sehingga keterpahaman sulit terjadi
0.5-1.4
Banyak terjadi perhentian yang bukan seperti pada penutur asli sehingga mengganggu keterpahaman
1.5-2.4
Beberapa perhentian yang tidak seperti penutur asli masih terjadi tetapi tidak mengganggu keterpahaman
2.5-3.0
Ujaran mengalir secara alamiah mendekati penutur asli
2) Rubrik Penilaian Tes Keterampilan Menulis 

Model 1: 
Menulis Terbimbing 


2     Secara grammar dan leksikal benar
1     Grammar atau kosakata tidak benar, tetapi tidak kedua-duanya
0     Baik grammar maupun kosakata tidak benar

Model 2: Holistic Scale


20-18
Excellent to Good
17-15
Good to Adequate
14-12
Adequate to fair
11-6
Unacceptable
5-1
College level work
Content





Organization





Vocabulary





Language use





Mechanics






3) Rubrik Penilaian Tes Meringkas 


No.
Deskripsi
1
Mengungkapkan secara jelas gagasan utama dan gagasan pendukung
2
Apakah rangkuman dituliskan dalam bahasa sendiri, beberapa kosakata dari teks asli dapat diterima
3
Disusun secara logis
4
Menunjukkan fasilitas dalam penggunaan bahasa untuk mengungkapkan gagasan dalam teks secara jelas
 4) Rubrik Penilaian Tes Respon atas Bacaan 

Skor
Deskripsi
3
Menunjukkan pemahaman yang jelas dan tidak ambigu atas pikiran utama dan pikiran penjelas
2
Menunjukkan pemahaman atas pikiran utama tetapi kurang memahami ide pendukung
1
Hanya memahami sebagian pikiran utama dan pikiran penjelas
0
Tidak menunjukkan pemahaman atas pikiran utama dan pikiran penjelas
 
 5) Rubrik untuk menilai keterampilan membaca 


No
Name
Genre
Reading
Time
Comprehension
Problem solving
Self
Analysis
Comments

1.







2.







3.







4.







5.








 6) Rubrik untuk menilai keterampilan menulis 

No
Name
Genre
Media
Used
Comprehension
Problem solving
Self
Analysis
Comments

1.







2.







3.







4.







5.